Menikmati Segelas Kopi Susu Gula Aren dari Racikan Tangan Teman Tuli di Kafe Sunyi

Tak hanya menawarkan kopi enak, di sini Anda bisa menikmati pengalaman baru bersama dengan teman-teman disabilitas.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Sunyi House of Coffee and Hope, tak hanya menawarkan kopi enak, di sini Anda bisa menikmati pengalaman baru bersama dengan teman-teman disabilitas. 

Mario mengaku sedih dengan banyaknya penyandang disabilias yang tak punya pekerjaan di Indonesia.

Meski pemerintah dan pengusaha telah membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja di perusahaannya, namun hal ini dinilai belum cukup menampung mereka.

Hal ini terlihat dari banyaknya pendaftar sejak proses rekrutmen karyawan Sunyi Kafe pertama kali digelar.

"Waktu itu, kita rekrut hanya cari 4 orang, tapi yang daftar ada 1000an. Makanya kita merasa, Kafe Sunyi di Fatmawati ini saja gak cukup, untuk memberikan pekerjaan bagi mereka," imbuhnya.

Meski memiliki keterbatasan secara fisik, namun semangat dan kemampuan teman-teman disabilitas patut diacungi jempol.

Mario bercerita, bahkan proses pelatihan karyawan yang harusnya diselesaikan dalam waktu 3 bulan, kala itu berhasil ditempuh hanya dalam waktu 1 bulan saja.

Menurut Mario, teman-teman disabilitas memiliki semangat juang tinggi dan ingin terus belajar. Bahkan, tak kalah dengan orang-orang hebat di luar.

"Kita pelatihan itu jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Jam 5 sore, selesai okeh saatnya bubar. Mereka gak mau pulang dan balik ke dapur, eksperimen. Tunggu bang bentar lagi, sampai jam 9 malam, saya tegur. Mereka bilang 'Saya mau belajar bang. Tuhan akhirnya ngasih saya pekerjaan, biarkan saya berikan yang terbaik' pelatihan selesai 1 bulan. Sampai saya bingung mau ajarin apalagi," kata Mario.

"Sedangkan kita kadang bangun tidur pagi aduh mager. Semangat mereka tinggi sekali. Ini jadi pelajaran untuk saya kalau saya mengeluh, saya jadi mikir," imbuhnya.

Secangkir Kopi dari Disabilitas

Kafe ini menawarkan berbagai jenis minuman berbasis kopi, yang dibuat langsung oleh teman-teman disabilitas.

Meski begitu, rasa minuman racikan barista di sini tak kalah enak dengan rasa di kafe-kafe terkenal.

Yakni dengan menggunakan biji kopi lokal, pengunjung dapat menikmati berbagai minuman berbasis kopi dengan rasa enak, sekaligus harga yang terjangkau. 

Mulai dari kopi susu, latte, cappucino, dan lainnya dengan harga sekitar Rp 20 ribuan saja.

Nah, selain menikmati kopi dan berbagai makanan lainnya, pengunjung juga bisa belajar bahasa isyarat.

Mario, mengajak para pekerja di sini untuk bekerja sekaligus menjadi seorang aktivis untuk mengajak masyarakat agar memahami dan mampu beradaptasi dengan pola komunikasi teman-teman disabilitas.

Misalnya mensosialisasikan bahasa isyarat. 

Caranya, anda tinggal datang ke kasir lalu informasikan bahwa kamu ingin belajar bahasa isyarat.

Dengan senang hati, teman-teman barista dari kafe ini akan mengajarkan.

Nah kalau kamu ke sini, ada beberapa petunjuk yang bisa digunakan untuk membantu kamu berkomunikasi dengan teman-teman barista. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved