Menikmati Nasi Gudeg Yogya Bu Hani yang Tersohor di Jakarta Selatan

Manis gurihnya nasi gudeg khas Yogyakarta bisa anda nikmati di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

Editor: Yogi Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana tampak depan rumah makan Gudeg Yogya Ibu Hani pada Rabu (12/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Jakarta bisa dibilang kota dengan segudang kuliner khas berbagai daerah.

Bila anda rindu nasi gudeg khas Yogyakarta, tentu tak perlu jauh-jauh ke sana.

Di Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Mampang Prapatan, ada satu tempat makan gudeg yang terkenal dan nikmat.  

Rumah makan ini berada di salah satu ruko di pinggir jalan Mampang Prapatan Raya.

Dari kejauhan, terlihat tulisan besar "Nasi Gudeg Yogya Bu Hani" di atas tembok ruko.

Pelankan laju kendaraan, singgah sejenak.

Sebelum masuk, beberapa karung berisi buah nangka langsung menyapa.

Buah nangka ini nantinya akan dimasak menjadi gudeg khas racikan keluarga Ibu Hani.

Sepiring nasi gudeg Ibu Hani di Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan pada Rabu (12/8/2020).
Sepiring nasi gudeg Ibu Hani di Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan pada Rabu (12/8/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/ SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Layaknya warung tegal dan warung padang, di balik etalase kaca tersaji beberapa wadah berisi makanan.

Di etalase itu terlihat ada gudeg, sayur krecek, sambal, kuah areh, dan sejumlah lauk.

Saya memesan satu porsi gudeg yang terdiri dari gudeg kering, sayur krecek dan kuah areh.

Untuk lauk tambahan ada ayam opor, ayam goreng, telor bulat, tahu serta tempe.

Pilihan lauk tambahan untuk makan siang kali ini berlabuh ke ayam opor yang diolah dari ayam kampung.

Gudeg Yogya Bu Tinah di Pinggir Stasiun Gondangdia: Berjualan sejak 1970-an

Menikmati Itiak Lado Hijau dan Lemang Hj Zaidar di Jalan Kramat Raya Senen Jakarta Pusat

Bubur Ayam Legendaris khas Cirebon nan Harum HR Sulaiman di Cikini

Ketika semua lauk di atas piring dicicipi, semuanya memang terasa manis dan gurih.

Gudegnya manis, kreceknya manis, kuah arehnya manis, bahkan ayam opornya pun ada rasa manisnya. Terakhir, mba yang melayaninya juga manis.

Emping bisa menjadi penyeimbang di tengah kadar manis gudeg terlalu tinggi.

Ada rasa pahit emping, pedasnya sambal dan manis gudeg yang berpadu kala menyantapnya. Sedap nian.

Untuk pilihan kerupuk, tidak hanya emping. Tersedia juga kerupuk udang dan rempeyek.

Sebenarnya, gudeg itu ada dua jenis. Gudeg basah dan kering.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved