Menikmati Itiak Lado Hijau dan Lemang Hj Zaidar di Jalan Kramat Raya Senen Jakarta Pusat

Jelajah kuliner saya kali ini berbeda. Untuk menghangatkan tubuh, saya memilih masakan minang yang berada di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat

Editor: Yogi Gustaman
Satrio Sarwo Trengginas
Sepiring Itiak Lado Hijau di Nasi Kapau Hj Zaidar pada Kamis (13/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, ada satu klaster yang menjual nasi kapau

Lokasi ini sudah tersohor di Jakarta sejak lama. Berhubung kala itu cuaca dingin sehabis hujan deras, saya memilih masakan minang tersebut.

Ketika hampir tiba, tukang parkir dan karyawan nasi kapau langsung rebutan menjemput bola dengan melambaikan tangan ke arah pengendara di jalan agar menepi.

Suasananya mirip tukang ojek di stasiun yang sedang memburu penumpang sehabis turun dari kereta.

Nasi Kapau Haji Zaidar dipilih dari deretan tempat nasi kapau lainnya yang tampak menggoda.

Agak sulit sebenarnya untuk memilih. Soalnya, semua penjual nasi kapau itu menyajikan banyak lauk di depan etalase.

Kalau tidak ingat umur, wah bisa kalap menunjuk apa saja lauk di situ.

Warteg Ellya di Cilandak Timur Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Bubur Ayam Legendaris khas Cirebon nan Harum HR Sulaiman di Cikini

Nikmatnya Nasi Uduk H Syahrin 5683 di Gandaria Utara

Karena ingin beda, saya pun memesan itiak lado hijau yang disantap bersama lemang, sejenis beras ketan dimasak di seruas bambu, mirip ketupat.

Nah, itiak dalam bahasa minang artinya bebek sedangkan lado hijau itu artinya sambal hijau.

Meniru Pak Bondan

Beberapa waktu silam, saya sempat menyaksikan pemerhati kuliner tersohor tanah air, mendiang Bondan Winarno, bersantap itiak lado hijau di Jalan Kramat Raya dalam sebuah tayangan Youtube.

Kala itu, Pak Bondan mampir ke salah satu penjual nasi kapau yang menyajikan sajian khas yaitu itiak lado hijau.

Menurutnya, itiak lado hijau yang pedas gurih itu paling enak disantap bareng ketupat ketan.

Sayangnya, ketika saya datang nasi kapau di sana tidak lagi menyediakan ketupat ketan. Sebagai penggantinya, pelayan menyarankan dengan lemang.

Lemang biasanya disantap bersama tapai atau tape, yaitu beras ketan hitam yang telah difermentasi. Rasanya manis. Namun, ada juga lemang yang dipadukan dengan makanan asin dan gurih seperti rendang.

Kata salah satu pelayan, bahkan menyantap lemang hanya dengan bumbu rendang saja rasanya sudah nikmat.

Lemang yang dibalut daun pisang itu per porsinya dihargai sekitar Rp 30 ribu. Saya memesan setengahnya.

Gurihnya Itiak Lado Hijau

Sepiring itiak lado hijau dan lemang tersaji di depan meja. Lado atau cabai hijau tampak menyelimuti daging bebek.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved