Warteg Ellya di Cilandak Timur Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Kurang lebih sekira dua bulan lebih, Warteg Ellya yang beralamat di Jalan Madrasah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sudah bersalin rupa

Editor: Yogi Gustaman
Satrio Sarwo Trengginas
Suasana Warteg Ellya dengan menerapkan protokol kesehatan di Jalan Madrasah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (7/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Pandemi Covid-19 bikin segala lini usaha terdampak, tak terkecuali usaha rumah makan.

Pihak rumah makan berbenah dengan menerapkan protokol kesehatan agar usahanya tetap bisa berjalan.

Warteg turut melakukan hal serupa demi mencegah penyebaran virus tersebut.

Kurang lebih sekira dua bulan lebih, Warteg Ellya yang beralamat di Jalan Madrasah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sudah bersalin rupa.

Ia bekerjasama dengan sebuah platform jasa bagi pengusaha warung makan membuat protokol kesehatan bagi warteg.

Saya menjajal sensasi bagaimana menyantap makan di warteg tersebut.

Bubur Ayam Legendaris khas Cirebon nan Harum HR Sulaiman di Cikini

Nikmatnya Nasi Uduk H Syahrin 5683 di Gandaria Utara

Dari Gerobak Bubur Sederhana, Haji Jewo Bisa Berangkat Haji

Di depan pintu masuk warteg, tersedia air galon dan sabun yang bertujuan agar pengendara yang melintas mencuci tangan terlebih dahulu.

Sayang, ketika saya datang, ketersediaan air di dalam galon habis. Alhasil, saya langsung masuk ke dalam warteg.

Sebelum masuk, terpasang poster berisi imbauan di depan kaca agar konsumen wajib memakai masker.

Suasana ruangan warteg "Era New Normal" langsung terasa. Meja makan di depan etalase dipasang sekat-sekat transparan yang bertujuan untuk menjaga jarak antar konsumen.

Tak hanya meja di depan etalase. Di meja di seberangnya pun juga dipasang sekat-sekat.

Melihat adanya pembatas antar konsumen tersebut, di dalam benak saya teringat suasana warung telepon (wartel) maupun warung internet (warnet) kala masih kecil.

Dinding warteg juga turut bersolek dengan dicat berwarna dasar kuning dan putih sehingga tampak resik.

Berbagi Cerita Rasa dari Pempek Megaria Legendaris Sejak 1989 di Bioskop Metropole

Sejarah Pempek Megaria Sejak 1989 di Menteng: Berawal dari Coba-coba Mahasiswa UI Bisnis Kuliner

Lezatnya Sroto Banyumas di Tebet Jakarta Selatan: Rasa yang Otentik sampai ke Jepang

Suasana saat itu cukup ramai pembeli. Hampir tempat duduk terisi konsumen yang tengah lahap bersantap siang.

Penjual telihat sibuk melayani pembeli yang memesan makanan untuk dine in ataupun take away.

Ditemui usai melayani pembeli, Suti, pemilik warteg, mengatakan di waktu normal kapasitas ruangan bisa memuat sekira 16 belas orang.

Semenjak Covid-19 menerjang usahanya, Warteg Ellya yang menyediakan sekitar 30 menu makanan itu hanya bisa menampung sekira 10 orang dengan menerapkan protokol kesehatan.

Waktu jam buka juga turut berganti dengan adanya Covid-19. Di waktu normal, Warteg ini buka dari jam 07.00 pagi hingga 22.00 WIB. Kini, Suti hanya buka sampai 20.30 WIB.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved