Nikmatnya Nasi Uduk H Syahrin 5683 di Gandaria Utara

Salah satu keturunan H Syahrin membuat usaha nasi uduk khas Betawi. Rasa nasi uduknya diakui kenikmatannya

Editor: Yogi Gustaman
Satrio Sarwo Trengginas
Tempat makan Nasi Uduk H Syahrin di Jalan H Syahrin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (10/9/2020). 

Berasnya juga tidak terlalu pulen. Siti menjelaskan nasi pulen tidak cocok untuk nasi uduk karena hasilnya mirip seperti nasi ketan.

"Tapi tidak juga dengan beras yang pera karena nanti malah hasilnya jadi basmati. Enggak terlalu pulen dan enggak pera," jelasnya.

Menu makanan yang disajikan sebagian besar makanan khas Betawi yang diperoleh dari orangtuanya. Ada bandeng pesmol, semur tahu, semur tempe, empal goreng, dan yang pastinya jengkol balado.

Bandeng Pesmol dan Jengkol Balado

Menikmati nasi uduk itu simpel sebenarnya. Soalnya kuliner yang satu ini "nyambung" dengan lauk apa saja.

Signature dish khas Betawi ini enak juga disandingkan bersama bandeng pesmol dan jengkol balado atau semur jengkol. Kedua makanan ini juga khas Betawi.

Bandeng pesmol merupakan ikan bandeng bumbu kuning. Bumbunya itu terbuat dari berbagai rempah. Di antaranya ada kunyit dan kemiri. Menurut Siti, bumbu pesmol Betawi dimasak kering.

"Setelah ikan bandeng digoreng kering baru diguyur dengan bumbu kuning ini," lanjutnya.

Pesmol bisa juga dimasak dengan ikan tongkol tapi lebih cocok dengan ikan bandeng.

Jengkol baladonya juga terasa empuk dan masih terasa aromanya di mulut.

Nasi uduk H Syahrin buka setiap hari dari pagi sampai tengah malam. 

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved