Dari Gerobak Bubur Sederhana, Haji Jewo Bisa Berangkat Haji

Dari mata pencahariannya di balik gerobak bubur nan sederhana, Jewo (64) tidak menyangka akhirnya bisa berangkat haji ke tanah suci Mekkah

Editor: Yogi Gustaman
Satrio Sarwo Trengginas
Haji Jewo saat ditemui di balik gerobak sederhananya di area Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (11/9/2020). 

Jokowi yang memiliki badan kurus itu sampai ingin tambah satu porsi lagi.

"Kalau Jokowi pas ke sini pesannya enggak pakai cakwe. Pas Jadi Gubernur sering ke sini, pernah nambah makannya jadi 2 porsi," ceritanya kepada TribunJakarta.com.

Pada tahun 2015, bubur Haji Jewo diminta pindah dari Jalan Tanjung ke area Masjid Cut Meutia.

Kendati demikian, masih banyak pelanggan yang datang demi menikmati lezatnya bubur berciri khas tanpa kuah kaldu itu meski tak seramai di Jalan Tanjung.

Namun, sejak pindah lapak, Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden RI belum pernah lagi menyantap bubur H Jewo.

Menikmati Bubur Ayam H Jewo

Soal rasa, bubur ayam Haji Jewo tidak berubah. Ciri khas dari bubur ini adalah tanpa kuah kaldu.

Bubur sudah terasa gurih setelah diolah selama berjam-jam menggunakan beras pera dengan kualitas super.

Di atas bubur, ditaburi potongan cakwe, seledri, bawang goreng, suiran ayam, dan kerupuk.

Bentuk Terlihat Mirip, Simak Perbedaan Pastel dan Panada

Suhu Panas di Jakarta, Dinginkan dengan Santap 5 Es Krim Legendaris Ini

6 Warung Oseng Mercon di Jakarta yang Harus Dicoba Traveler Pecinta Pedas

Ayamnya berasal dari ayam kampung. Kata Oco, untuk memotong ayam Haji Jewo memiliki tempat khusus.

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved