Cari Sarapan di Menteng? Coba Bubur Ayam Haji Jewo

Mencari bubur ayam untuk sarapan pagi di Jakarta tidak sulit. Gerobak-gerobak pedagang yang menjual bubur ayam mudah ditemui

Editor: Yogi Gustaman
Satrio Sarwo Trengginas
Gerobak bubur Haji Jewo di Kawasan Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (14/9/2020) 

Soal rasa, bubur ayam Haji Jewo tidak berubah. Ciri khas dari bubur ini adalah tanpa kuah kaldu.

Bubur sudah terasa gurih setelah diolah selama berjam-jam menggunakan beras pera dengan kualitas super.

Di atas bubur, ditaburi potongan cakwe, seledri, bawang goreng, suiran ayam, dan kerupuk.

Ayamnya berasal dari ayam kampung. Kata Oco, untuk memotong ayam ada tempat khusus.

Haji Jewo
Seporsi bubur ayam Haji Jewo di Kawasan Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (14/9/2020).

Ketika dihidangkan di atas meja, bubur terselimuti topping yang berlimpah. Suiran ayamnya terlihat besar-besar dan banyak.

Sambalnya yang kental juga merupakan kondimen bubur dengan rasa khas. Sebab, ada campuran air rebusan beras sehingga sambal menjadi kental.

Bubur Ayam Haji Jewo buka pukul jam 06.00 WIB sampai 11.00 WIB. Namun, di akhir pekan bisa jadi lebih cepat. Pernah saking ramainya, jam 09.00 WIB bubur telah tandas.

Biasanya cepat habis karena dibeli orang-orang yang kelaparan selepas berolahraga. Jadi, biar belum kehabisan, buruan bangun pagi, ayo olahraga dulu!

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved