Gudeg Yogya Bu Tinah di Pinggir Stasiun Gondangdia: Berjualan sejak 1970-an

Bila turun di Stasiun Gondangdia dengan perut keroncongan, ada satu tempat makan gudeg Yogya yang terkenal. Gudeg Bu Tinah, namanya

Editor: Yogi Gustaman
Satrio Sarwo Trengginas
Spanduk Gudeg Bu Tinah di Jalan Srikaya II camping Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabi (26/8/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Di samping Stasiun Gondangdia, ada satu tempat makan gudeg Yogya yang terkenal. Mampir lah ke Gudeg Bu Tinah.

Gudeg ini awalnya berada di sekitar Pasar Boplo dekat stasiun sekitar tahun 1970-an.

Namun, kini pasar itu hanya tinggal kenangan. Gudeg Bu Tinah pindah berjualan di dalam stasiun.

Kemudian Gudeg Bu Tinah pindah lagi dan kini berjualan di Jalan Srikaya II, seberang Stasiun bersama dengan pedagang jajanan lain.

Tempat makan yang berderet itu mirip seperti pujasera meski terlihat agak kumuh.

Berbagi Cerita Rasa dari Pempek Megaria Legendaris Sejak 1989 di Bioskop Metropole

Sejarah Pempek Megaria Sejak 1989 di Menteng: Berawal dari Coba-coba Mahasiswa UI Bisnis Kuliner

Ini Sejarah Nama Es Teler di Indonesia: dari Celetukan Mahasiswa UI

Mengenyangkan perut dengan nasi gudeg di saat makan siang rasanya pas dan nikmat.

Satu porsi gudeg yang saya pesan terdiri dari krecek, gudeg, kuah areh, telur bulat, dan ayam opor.

Memang kekhasan gudeg ialah rasa yang sangat manis. Namun, Bu Tinah mengolah gudeg tidak terlalu manis.

"Gudeg kita enggak terlalu manis, kita menyesuaikan dengan lidah orang Jakarta," ujar Dina, salah satu karyawan kepada TribunJakarta.com pada Rabu (26/8/2020).

Seporsi Nasi Gudeg Bu Tinah di Jalan Srikaya II samping Stasiun Gondangdia, Menteng
Seporsi Nasi Gudeg Bu Tinah di Jalan Srikaya II samping Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (26/8/2020).

Telur bulatnya diolah sampai menjadi 'gempi'. Menurut Dina, telur yang gempi berarti bumbunya benar-benar meresap sehingga warnanya berubah kecoklatan.

Untuk ayam opor, Gudeg Bu Tinah menggunakan ayam negeri.

Banyak pengguna kereta yang membeli gudeg Bu Tinah setelah turun dari stasiun. Biasanya, mereka merupakan pekerja kantoran di sekitar kawasan Jakarta Pusat. Warga sekitar pun juga sering membeli gudegnya.

Selama pandemi, pembeli lebih sering meminta untuk dibungkus ketimbang makan di tempat.

Suasana Nasi Gudeg Bu Tinah di di Jalan Srikaya II samping Stasiun Gondangdia
Suasana Nasi Gudeg Bu Tinah di di Jalan Srikaya II samping Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (26/8/2020)

Gudeg Bu Tinah juga melayani layanan pesan antar daring.

Perkantoran di kawasan Menteng dan Gambir sering memesan gudegnya.

Saat saya bersantap di tempat, area meja makan masih terpapar sinar matahari langsung sehingga terasa cukup panas.

Hal itu bisa dimaklumi karena pemasangan tenda di area meja makan tidak diizinkan pihak pengelola lantaran bisa terlihat kumuh.

Namun, perut sudah bernyanyi sehingga lebih baik diselesaikan dengan makan di tempat. 

Dan, rasanya tidak mengecewakan.

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved