Berbagi Cerita Rasa dari Pempek Megaria Legendaris Sejak 1989 di Bioskop Metropole

Pempek yang sudah ada sejak tahun 1989 ini berada di area Bioskop Metropole, Menteng, Jakarta Pusat

Editor: Yogi Gustaman
Satrio Sarwo Trengginas
Pempek kapal selam di Pempek Megaria 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pempek Megaria sampai sekarang masih populer di kalangan warga Ibu Kota.

Pempek yang sudah ada sejak tahun 1989 ini berada di area Metropole'>Bioskop Metropole, Menteng, Jakarta Pusat.

Nama Megaria diambil dari nama bioskop yang saat itu bernama Megaria sebelum diganti menjadi Metropole.

Awalnya, pempek ini berada menghadap ke jalan Diponegoro arah Salemba kemudian pindah agak menjorok ke belakang menyatu dengan pujasera.

Saat ini bangunan metropole sudah terlihat megah, dibangun kembali mirip seperti bangunan asalnya di masa Hindia Belanda. Salah satu hal yang patut diapresiasi.

Saat mampir ke sana, saya memesan dua menu sekaligus yaitu pempek lenjer besar dan pempek kapal selam besar.

Sejarah Pempek Megaria Sejak 1989 di Menteng: Berawal dari Coba-coba Mahasiswa UI Bisnis Kuliner

Ini Sejarah Nama Es Teler di Indonesia: dari Celetukan Mahasiswa UI

Cita Rasa Turun Temurun Soto Padang H Bang Karto, Obat Penawar Rindu Perantau Minang

Pempek lenjer bentuknya panjang mirip lemang, sejenis ketan yang dimasak di seruas bambu, sedangkan kapal selam berisi telur.

Satu porsi lenjer besar, pempek berukuran panjang di Pempek Megaria, Kompleks Metropole, Jakarta Pusat pada Jumat (14/8/2020).
Satu porsi lenjer besar, pempek berukuran panjang di Pempek Megaria, Kompleks Metropole, Jakarta Pusat pada Jumat (14/8/2020). (Satrio Sarwo Trengginas)

Dalam satu mangkuk pempek, ditaburi ebi dan potongan timun. Untuk Cuko, kuah hitam pempek, terdiri dari gula asli Bengkulu yang dihidangkan terpisah di dalam botol.

Kata pemiliknya, Rudianto (55), gulanya sengaja dikirim dari luar Jawa karena rasanya khas. Kuahnya sengaja dibuat kental dan lebih manis.

Pempek yang dibuat Rudi berasal dari bahan sederhana seperti ikan tenggiri, sagu tani, air dan telur. Menggunakan sagu tani karena kekenyalannya pas.

Rudi mengaku tak ada resep rahasia dalam membuatnya.

Pembuatan pempek dan bahan-bahan yang digunakan bisa anda saksikan di Youtube. Caranya kurang lebih sama.

Pempek Megaria terasa empuk dan lembut ketika digigit. Daging ikan tenggirinya terasa di mulut.

Ketika disantap bareng cuko dan ebi, ada rasa manis dan gurih. Aroma ebinya tercium sedap.

Sesuai Lidah Orang Jakarta

Rudi menceritakan resep pempeknya harus disesuaikan dengan lidah orang Jakarta.

Terutama pada cuko yang sengaja lebih dibuat manis ketimbang di Palembang yang lebih pedas.

Letak geografis Palembang dan Jakarta yang berbeda menentukan segi pemilihan ikan.

Pempek di Palembang biasanya berasal dari ikan air tawar yang diambil dari Sungai Musi.

Nasi Uduk Gondangdia, Kuliner Legendaris Betawi Berbentuk Kerucut Racikan Orang Minang: Sejak 1993

Menikmati Sate Padang Ajo Ramon: Kuliner Melegenda di Pasar Santa

Kudu Coba Gado-gado Mang Wahyu di Jalan Semarang Menteng, Juara Bumbu Kacangnya

Sedangkan di sini, hal itu mustahil. Jakarta terkenal dengan sungainya yang lebih mirip comberan. Paling-paling kita menemukan ikan sapu-sapu.

Rudi memilih ikan tenggiri karena tidak sulit didapat dan rasanya pas diolah untuk pempek.

Orang Palembang asli juga punya gagrak sendiri dalam menyantap pempek.

Kebanyakan mereka lebih suka menyantap pempek tanpa digoreng karena sebelumnya sudah direbus. Di Jakarta, hampir 90 persen harus digoreng dulu sebelum disajikan.

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved