Ini Sejarah Nama Es Teler di Indonesia: dari Celetukan Mahasiswa UI

Bagaimana nama es teler itu tercipta dan siapa penemunya? Simak di Sini

Editor: Yogi Gustaman
Satrio Sarwo Trengginas
Pengelola Es Teler Sari Mulia Asli, Siswadi di pujasera kompleks Metropole, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/8/2020). 

Pengelola Es Teler Sari Mulia Asli, Siswadi (54), yang masih keponakan dengan pemiliknya Ibu Samijem Darmowiyono (80), mengatakan sirup gula racikan sendiri yang membuat rasa manisnya khas.

Itu yang menjadi kunci kenikmatan es telernya.

Cita Rasa Turun Temurun Soto Padang H Bang Karto, Obat Penawar Rindu Perantau Minang

Nikmatnya Bakso Cendana di Menteng Jakarta Pusat

3 Rumah Makan Padang di Jakarta Paling Legendaris, Mana yang Jadi Favorit Kamu?

Ciri khas lainnya yang menarik adalah es teler ini menggunakan gelas bukan mangkok.

Ibaratnya seperti menggerogoti daging yang masih menempel pada tulang.

Menurut Siswadi, saking penuhnya dalam satu gelas, menyendok buah nangka atau kelapa di dalam gelas menjadi tantangan tersendiri.

Susah-susah gampang. Ketika berhasil mengambil potongan nangka dari dalam gelas yang penuh dengan isian berbalas sebuah kenikmatan.

Plang Es Teler Sari Mulia Asli, es teler pertama di Indonesia
Plang Es Teler Sari Mulia Asli, es teler pertama di Indonesia (Satrio Sarwo Trengginas)

Es teler juga menggunakan es batu berbentuk persegi bukan diserut.

"Es teler itu pakai es batu bukan es serut. Biar enggak langsung cair. Kalau cair kenikmatannya berkurang," ucap Siswadi.

Namun, kalau mau memesan es teler di mangkok juga bisa.

Selain es teler, menu ayam bakarnya juga layak dicoba.

Semenjak pindah Jalan Pegangsaan Barat dekar Kantor Kecamatan Menteng, Es Teler Sari Mulia Asli mulai menjual menu ayam bakar.

Namun, menu ayam bakar itu baru populer setelah pindah ke kompleks Metropole tahun 1987.

Seporsi ayam bakar disertai nasi putih, sambal dan lalapan seperti timun dan selada segar.

Sambalnya tidak pedas karena memang sengaja dibuat manis.

Soalnya, kata Siswadi, kebanyakan orang Jawa suka manis sekaligus menyesuaikan lidah pemiliknya.

Sedangkan ayam bakarnya mengalami proses ungkep beberapa jam lalu digoreng. Setelah digoreng, direndam di dalam bumbu selama setengah jam lalu dibakar.

Setelah minum es teler disambung ayam bakar rasanya sungguh nikmat.

Jadi, dengan siapa anda kemari?

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved