Ini Sejarah Nama Es Teler di Indonesia: dari Celetukan Mahasiswa UI

Bagaimana nama es teler itu tercipta dan siapa penemunya? Simak di Sini

Editor: Yogi Gustaman
Satrio Sarwo Trengginas
Pengelola Es Teler Sari Mulia Asli, Siswadi di pujasera kompleks Metropole, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/8/2020). 

Jauh-jauh datang dari Solo, Samijem mengadu nasib sebagai tukang jamu gendong keliling sedangkan Darmowiyono berjualan rokok.

Sekitar tahun 70-an, cerita Siswadi, Samijem berniat jualan es campur di Jalan Cilacap.

"Isiannya, pepaya, buah atep, cincau, kelapa dan nangka," katanya.

Lalu, Ketua RW mengizinkan Samijem berjualan es campur di depan rumahnya. Tak hanya es campur, Samijem juga menjual bakso dan siomay.

Semenjak celetukan mahasiswa UI yang jadi langganannya itu, Samijem menjual nama es teler. Banyak orang yang menyukai es telernya.

Samijem kemudian pindah berjualan es teler ke Jalan Pegangsaan Barat karena sewanya tidak diperpanjang.

Ia mulai menambahkan varian menu yaitu ayam bakar. Namun, saat masih berjualan di Jalan Pegangsaan Barat, ayam bakarnya belum sepopuler saat ini.

Seingat Siswadi, yang sudah mendampingi Samijem berjualan sejak 1985, artis-artis kondang kala itu banyak yang beli.

Manis Kental Es Teler Pertama di Indonesia Sejak 1970-an: Ada di Samping Bioskop Metropole

Warteg Warmo Legendaris Sejak 1969 di Tebet Jakarta Selatan

Nikmatnya Mengudap Rasa Bakmi Gang Kelinci yang Legendaris Sejak 1957

Kudu Coba Gado-gado Mang Wahyu di Jalan Semarang Menteng, Juara Bumbu Kacangnya

"Zaman di Pegangsaan yang pernah beli, ada Maya Rumantir, Endang S Taurina dan Ratih Purwasih," katanya.

Namun, Samijem harus kembali pindah dari Jalan Pegangsaan Barat ke kompleks kawasan Megaria yang sekarang bernama Bioskop Metropole sekitar tahun 1987 sampai sekarang.

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved