3 Rumah Makan Padang di Jakarta Paling Legendaris, Mana yang Jadi Favorit Kamu?

Ada tiga rumah makan khas Tanah Minang yang melegenda karena cita rasa yang khas di Ibu Kota, Jakarta.

Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana Rumah Makan Surya pada saat malam hari di Benhil Jakarta Pusat pada Selasa (7/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Keberadaan Rumah Makan Padang jumlahnya menjamur di Ibu Kota.

Dari gang-gang sempit dengan harga kaki lima sampai sekelas restoran dengan harga yang cukup menguras isi kocek.

Tinggal pilih sesuai kondisi dompet.

Dari sekian banyak jumlahnya itu, ada tiga rumah makan khas Tanah Minang yang melegenda karena cita rasa yang khas.

Kalau yang dicari rasa, kondisi dompet sebaiknya dinomorduakan. Sebab, rasa makanan dari tiga rumah makan ini terbukti nikmat.

Berikut tiga rumah makan khas Minang yang sudah memanjakan lidah warga Jakarta sejak 1960-an versi TribunJakarta.com.

1. Rumah Makan Sepakat

Rumah Makan Sepakat pertama kali berdiri di Kawasan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekira akhir 60-an.

"Dulunya masih tenda belum seperti ini. Jualannya di pinggir jalan Panglima Polim," kenang Yanuar, keponakan sekaligus pengelola RM Sepakat kepada TribunJakarta.com pada Minggu (2/2/2020).

Sejak awal pertama buka di sana, RM Sepakat sudah menjual gajebo, menu andalan yang disukai banyak pengunjung.

Gulai yang berisi daging bagian sandung lamur bersimbah kuah merah tampak menantang untuk segera dicicipi.

Kala digigit, lemak gajebo itu tampak mudah terlepas. Bila sebagian lemak tampak sulit digigit, berbeda dengan ini. Sama sekali tak alot.

Kuahnya pun tak terasa berat lantaran tak bersantan.

Di atas piring nasi, terdapat sayur nangka, sambal hijau dan bumbu rendang.

Kala dipadukan dengan gajebo, mulut seolah ingin terus melahapnya.

Satu porsi gajebo dihargai Rp 20 ribu. Namun, itu belum termasuk sepiring nasi.

RM Sepakat kemudian pindah ke PD Pasar Jaya Blok M sekitar tahun 80-an.

Pada tahun 2005, mereka akhirnya berpindah lagi ke tempat ini selepas musibah kebakaran yang melanda pasar.

RM Sepakat terdapat dua tempat, anda bisa menyambangi di Kawasan Blok M Square dan Pasar Mayestik.

Rumah Makan Sepakat buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga setengah 4 sore.

Namun, bila ingin merasakan seporsi gulai gajebo disarankan datang lebih cepat. Siapa cepat dia dapat!

2. Rumah Makan Pondok Djaja

Restoran Padang Pondok Djaja termasuk tempat makan yang sudah uzur di Jakarta.

Restoran ini sudah berdiri sejak 1960-an.

Tempat makan ini punya satu menu andalan yang bikin ketagihan yakni sajian ayam goreng dimasak garing sampai ketulang-tulangnya.

Yang bikin khas, tidak usah repot mempreteli daging pada tulang ayam kala menyantapnya.

Kalau mau, kita bisa turut melumat tulang ayam yang telah digoreng sangat garing dan terasa gurih itu.

Farida Chaedir (57), anak dari pemilik Pondok Djaja, tidak ingin mengumbar rahasia dari resep ayam goreng khas racikan sang Ibu, Lani Widjaja (84).

Selain ayam goreng yang menjadi andalan, nasi ramesnya pun kaya akan rasa.

Ada rasa manis dari bumbu rendang, gurih kuah gulai, pedas dari sambal petai dan sambal merah, hingga asam dari acar timun berkolaborasi menjadi satu.

Ditambah, aroma petai yang menyeruak di mulut. Yang terakhir ini soal selera saja. Jangan dibayangkan bila sensitif.

Kalau tidak ingat umur, bisa kalap makan di sana.

Restoran ini berlokasi di Jalan KH Hasyim Asyari No.13 B, Gambir, Jakarta Pusat.

Buka setiap hari pukul 11.00 sampai 16.00 WIB.

3. Rumah Makan Surya

Rumah makan lawas ini sudah berdiri sejak tahun 1960.

Dari era akhir orde lama sampai saat ini, rumah makan itu masih bertahan melayani pembeli menyantap sajian kuliner sarat akan kuah santan itu.

Bahkan, koki tersohor sekaligus pengamat kuliner, Anthony Bourdain pernah menyempatkan daging rendang khas Rumah Makan Surya di Benhil Jakarta Pusat.

Akhir April 2018, Bourdain bersama jurnalis senior, Desi Anwar dan budayawan, Sudjiwo Tedjo menyantap sajian kuliner Minang di sana untuk acara serial TV berjudul Parts Unknown.

Rumah Makan Surya juga dikabarkan menjadi tempat terakhir Anthony Bourdain menjelajahi kekayaan kuliner di Indonesia sebelum maut menjemputnya pada 8 Juni 2018.

Rumah Makan Surya diteruskan oleh generasi kedua dari pemiliknya, Daswir Gazali (66).

Menurut Daswir, makanan andalan yang disukai adalah rendang, ayam panggang dan sambalado teri.

"Terutama kalau namanya masakan Padang ya jelas rendang. Ada juga ayam panggang. Sambalado teri juga andalan," katanya.

Cerita Pelatih Fisik Sansan Susanpur: Terkejut Ditelpon Fakhri Husaini dan Kunci Sukses Timnas U-16

Lari Ketakutan Setelah Dirayu Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Ngadu ke Kakek Telah Dicabuli Belasan Kali

WN Prancis Cabuli 305 Anak di Bawah Umur: Sasar Anak Jalanan, Modus Foto Model, Imbalan Rp 200 Ribu

Saking lamanya, Rumah Makan Surya pernah menjual rendang dari harga ratusan perak sampai sekarang seporsi Rp 20 ribu-an.

"Dari ratusan perak harga rendang. Pernah harganya Rp 1000 saat itu sampai sekarang harga per porsi Rp 20 ribu," kenangnya.

Kini harga per porsi berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Rumah Makan Surya buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai 22.00 WIB.

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved