Mencicipi Nasi Uduk Ibu Tati di Tanah Abang Jakarta Pusat, Telah Berdiri Sejak Tahun 2000

Ada salah satu warung makan yang menghiasi tepi jalan di Jelan Kebon Kacang, Tanah Abang.

Editor: Yogi Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Nasi uduk dengan aneka lauk pauk dan bumbu kacang di warung makan Nasi Uduk Ibu Tati Puas Hati. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Ada salah satu warung makan yang menghiasi tepi jalan di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang.

Salah satu kuliner ini tersohor dari mulut ke mulut yakni Nasi uduk Kebon Kacang.

Nasi uduk ini bisa dibilang kuliner yang wajib dicoba.

Sebab, sudah banyak orang yang merekomendasikan nasi uduk Kebon Kacang bila berada di Jakarta karena lezat.

Pengajuan Perpanjangan SIM Tidak Harus di Kota Asal Sesuai KTP, Ini Syaratnya dan Biayanya

Kala melintas di Jalan Kebon Kacang I, terdapat dua tempat nasi uduk khas Tanah Betawi yaitu Warung Makan Nasi Uduk Zainal Fanani dan Warung Makan Nasi Uduk Ibu Tati Puas Hati.

Saya pun memilih menyantap di Warung Makan Nasi Uduk Ibu Tati Puas Hati yang fotonya terpampang di spanduk.

Duduk di kursi panjang, saya langsung disodorkan kertas menu oleh pelayan. Menariknya, pelayan itu meminta saya untuk memesan lauknya saja.

Suasana Warung Makan Nasi Uduk Ibu Tati
Suasana Warung Makan Nasi Uduk Ibu Tati "Puas Hati" di Jalan Kebon Kacang I, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (10/6/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

SIMAK! Dokumen yang Disiapkan Untuk Pendaftaran PPDB DKI Jakarta Secara Daring Mulai Hari Ini

Sebab, nasi uduk yang dibungkus daun pisang itu sudah tersedia di atas meja. Jadi, pengunjung bisa mengambil nasi uduk itu sepuas hati, sesuai namanya.

Saya pun memesan lauk paru goreng, usus, tahu dan ayam goreng. Aneka lauk yang sudah dimasak itu kemudian diletakkan di dalam satu piring.

Bumbu kacang di piring kecil berada di samping piring nasi saya.

Tak lengkap bila tidak ada bumbu kacang khas nasi uduk Betawi itu.

Nasi uduk dengan aneka lauk pauk dan bumbu kacang di warung makan Nasi Uduk Ibu Tati
Nasi uduk dengan aneka lauk pauk dan bumbu kacang di warung makan Nasi Uduk Ibu Tati "Puas Hati". (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Pemilik Pergi Tinggalkan Kompor yang Masih Menyala untuk Memasak, Rumah di Batu Ampar Terbakar

Ketika menyantap sesuap nasi uduk, rasa harum santan dan daun pisang terasa di mulut. Nasinya juga terasa gurih. Tektsur nasinya pulen empuk ketimbang nasi uduk yang memakai beras pera.

Bumbu kacangnya juga tidak terasa pedas. Warna bumbu kacangnya mirip seperti bumbu siomay yang berwarna coklat tua. Bedanya, teksturnya lebih kasar karena masih ada biji-biji kacang yang tidak dihancurkan.

Sedangkan, paru dan ususnya memang digoreng garing. Rasa asin kurang terasa dan agak alot tapi tetap enak dan pas disandingkan dengan nasi uduk.

Untuk ayam gorengnya, bisa dibilang memiliki rasa yang juga khas. Daging dan kulit ayam selain gurih ada rasa manis.

Sebab, ayam ungkep itu direndam air kelapa sebelum digoreng.

Aksi Jemput Paksa Jenazah di Mekar Sari Kota Bekasi Berujung Damai, Pasien Ternyata Negatif Covid-19

Awal Berdiri Nasi Uduk Ibu Tati

Menurut Paul Kadarisman (66), pemiliknya, tempat makan nasi uduk Ibu Tati Puas Hati dibangun bersama mendiang almarhumah istrinya, Hartati sekira tahun 2000.

Memang, warung makan nasi uduknya bukan yang tertua di sana. Sebelumnya, sudah ada Nasi Uduk Kakek H. Suryadi, yang diklaim pertama kali jualan nasi uduk di Kebon kacang.

Setelah itu ada lagi, Bang Hamid yang berjualan nasi uduk dengan ayam goreng. Kini diteruskan oleh anaknya, Zaenal Fanani. Terakhir nasi uduk H Babeh Saman.

Cerita awal mereka bisa membangun usaha nasi uduk ketika Paul dan Tati, panggilan istrinya, sering mengikuti arisan keluarga setiap bulan.

Pihak saudara meminta dibawakan nasi uduk Kebon Kacang.

"Jadi kebetulan saudara-saudara minta nasi uduk ayam goreng kebon kacang. Saya bilang ke istri daripada beli sana beli sini, bikin aja sendiri."

"Saya minta istri bikin sendiri, saudara pada makan. Abis pada makan, pada nambah. Ini bukan masakan babe Saman, Bang Hamid dan kakek Suryadi tapi masakan sendiri, "Lo dagang, lo pasti maju" kata saudara gitu," kenang Paul.

Pemilik warung makan Nasi Uduk Ibu Tati Puas Hati, Paul Kadarisman saat ditemui TribunJakarta.com pada Rabu (10/6/2020).
Pemilik warung makan Nasi Uduk Ibu Tati Puas Hati, Paul Kadarisman saat ditemui TribunJakarta.com pada Rabu (10/6/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Seiring berjalannya waktu, nasi uduk Ibu Tati mulai dikenal banyak orang. Dari mulut ke mulut, keberadaan nasi uduk ini mulai tercium warga Ibu Kota.

Bahkan, lanjut Paul, Keluarga Cendana, sebutan populer untuk keluarga Presiden Soeharto, menjadi langganannya.

Kini, warungnya sepi pengunjung. Dampak pandemi Covid-19 turut membuat usahanya turun drastis sebanyak 80 persen.

Di masa transisi jelang normal baru, ia berharap harum nasi uduknya mulai tercium kembali oleh warga Ibu Kota.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved