Mencicipi Nasi Uduk Ibu Tati di Tanah Abang Jakarta Pusat, Telah Berdiri Sejak Tahun 2000

Ada salah satu warung makan yang menghiasi tepi jalan di Jelan Kebon Kacang, Tanah Abang.

Editor: Yogi Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Nasi uduk dengan aneka lauk pauk dan bumbu kacang di warung makan Nasi Uduk Ibu Tati Puas Hati. 

Menurut Paul Kadarisman (66), pemiliknya, tempat makan nasi uduk Ibu Tati Puas Hati dibangun bersama mendiang almarhumah istrinya, Hartati sekira tahun 2000.

Memang, warung makan nasi uduknya bukan yang tertua di sana. Sebelumnya, sudah ada Nasi Uduk Kakek H. Suryadi, yang diklaim pertama kali jualan nasi uduk di Kebon kacang.

Setelah itu ada lagi, Bang Hamid yang berjualan nasi uduk dengan ayam goreng. Kini diteruskan oleh anaknya, Zaenal Fanani. Terakhir nasi uduk H Babeh Saman.

Cerita awal mereka bisa membangun usaha nasi uduk ketika Paul dan Tati, panggilan istrinya, sering mengikuti arisan keluarga setiap bulan.

Pihak saudara meminta dibawakan nasi uduk Kebon Kacang.

"Jadi kebetulan saudara-saudara minta nasi uduk ayam goreng kebon kacang. Saya bilang ke istri daripada beli sana beli sini, bikin aja sendiri."

"Saya minta istri bikin sendiri, saudara pada makan. Abis pada makan, pada nambah. Ini bukan masakan babe Saman, Bang Hamid dan kakek Suryadi tapi masakan sendiri, "Lo dagang, lo pasti maju" kata saudara gitu," kenang Paul.

Pemilik warung makan Nasi Uduk Ibu Tati Puas Hati, Paul Kadarisman saat ditemui TribunJakarta.com pada Rabu (10/6/2020).
Pemilik warung makan Nasi Uduk Ibu Tati Puas Hati, Paul Kadarisman saat ditemui TribunJakarta.com pada Rabu (10/6/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Seiring berjalannya waktu, nasi uduk Ibu Tati mulai dikenal banyak orang. Dari mulut ke mulut, keberadaan nasi uduk ini mulai tercium warga Ibu Kota.

Bahkan, lanjut Paul, Keluarga Cendana, sebutan populer untuk keluarga Presiden Soeharto, menjadi langganannya.

Kini, warungnya sepi pengunjung. Dampak pandemi Covid-19 turut membuat usahanya turun drastis sebanyak 80 persen.

Di masa transisi jelang normal baru, ia berharap harum nasi uduknya mulai tercium kembali oleh warga Ibu Kota.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved