Food Story

Nikmatnya Roti Srikaya Khas Singkawang di Jakarta Barat: Manis dan Legit serta Lembut di Mulut

Pamor roti srikaya khas Singkawang kian populer di telinga warga Ibu Kota. Lewat media sosial, tabir kelezatan roti kukus ini mulai tersingkap.

Editor: Yogi Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Toko roti srikaya Tet Fai di Jalan Krendang Raya, Tambora Jakarta Barat pada Selasa (18/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Pamor roti srikaya khas Singkawang kian populer di telinga warga Ibu Kota.

Tampilan roti kukus dan selai srikaya yang manis nan legit menggugah selera untuk segera dilahap.

Barangkali, dulu hanya segelintir orang saja yang tahu roti ini.

Lewat media sosial, tabir kelezatan roti kukus ini mulai tersingkap.

Mengundang warga Ibu Kota untuk menyerbu roti yang tengah ramai alias "booming" ini.

Sepanjang jalan Krendang Raya di sebelah barat kota Jakarta, ibarat sebuah kota Singkawang kecil di Kalimantan Barat.

Di sepanjang kanan dan kiri jalan berjejer tempat makan khas pecinan seperti di kota Singkawang.

Misalnya, tak sulit menjumpai deretan nasi campur dan roti srikaya di sana.

Sejak masuk gapura jalan Krendang Raya, sudah terlihat etalase berisi roti-roti kukus dan panggang bertuliskan jenama Tet Fai di depan kaca.

TribunJakarta.com menyambangi salah satu toko roti srikaya bernama Ajung yang juga tak jauh dari Tet Fai.

Pemilik toko roti itu, Selvia Natalia (30) mengatakan ada sekira tiga usaha roti srikaya di sepanjang jalan tersebut.

Roti Srikaya Tet Fai, Roti Sarikaya Ajung, dan Roti Sarikaya Achin.

memulai merintis usaha roti srikaya ini sekira 10 tahun silam, pada tahun 2010.

Saat pertama kali memulai usaha, tak banyak orang yang mengetahui keberadaan roti srikaya ini.

Namanya pun masih terasa asing di telinga.

Toko roti srikaya Tet Fai di Jalan Krendang Raya, Tambora Jakarta Barat pada Selasa (18/2/2020).
Toko roti srikaya Tet Fai di Jalan Krendang Raya, Tambora Jakarta Barat pada Selasa (18/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Namun, seiring masuknya era digital, khususnya media sosial, roti srikayanya jadi perbincangan warga di media sosial.

"Dulu kan cuma orang-orang yang lewat aja datang ke sini, berkat media sosial jadi banyak yang tahu," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Selasa (18/2/2020).

Apalagi saat Natalia membuka stan di sebuah bazar dalam mall di Jakarta Selatan.

Pengunjung pun mulai mengenal roti ini. Bahkan, antrean membeludak demi memuaskan rasa penasaran mereka di sana.

Pemilik toko roti Tet Fai, Ana (34) juga sepakat dengan pernyataan Natalia. Semenjak era media sosial, usahanya pun terkena dampaknya.

Pundi-pundi cuan yang diterima pun lebih deras ketimbang pada saat awal buka.

Ana beberapa kali diliput oleh stasiun tv ternama. Kiosnya juga tak jarang didatangi foodvlogger.

"Pertama-tama memang sepi. ketika ada media sosial, jadi tambah ramai," kata Ana yang membuka usaha sesuai dengan nama suaminya tersebut.

Resep Tembak Langsung dari Singkawang

Asal muasal Natalia membuka usaha roti srikaya bermula dari sang suami yang dulu bekerja sebagai pembuat roti di Singkawang.

Sejak usia 14 tahun, sang suami telah bekerja di toko roti milik orang lain.

Menginjak usia 18 tahun, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta.

"Awalnya buka usaha konveksi tapi enggak cocok kan, kemudian bikin usaha roti dan ternyata disukai banyak orang," terang Natalia.

Ana pun demikian, usaha ini juga dirintis oleh suaminya. Ia membantunya untuk menjalankan usaha roti srikaya tersebut.

Tanpa Bahan Pengawet

Roti srikaya Tet Fai dan Ajung tak mengandung campuran kimia. Hal itu menjadi salah satu daya tarik pengunjung menggemari rotinya.

Roti kukus mereka tak mengandung bahan pengawet, pemanis maupun pewarna sehingga hanya bertahan dalam waktu sehari saja.

Roti dan selainya dibuat dengan bahan alami.

"Rotinya dibuat masih pakai tangan, kita bikin sendiri. Selainya juga demikian, ada campuran telur, pandan, dan santan," ungkap Ana.

Roti Tetfai yang dijual Ana terbagi ke dalam tiga jenis, kukus goreng, dan panggang.

Banjir Pesanan Ojek Daring

Saat pertama kali menyambangi kios Tet Fai, ojek dalam jaringan memenuhi sekitaran etalase kaca sambil menggenggam ponselnya.

Mereka menunggu Ana mengemas roti-roti srikaya ke dalam boks karton.

Menurut ojek daring, Andrianto, ia sering meladeni orderan roti srikaya Tet Fai dari konsumen.

Dalam sehari, ia bisa menerima order sebanyak lima kali ke sini. Paling jauh, ia mengantarkan pesanan roti srikaya ke kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Ini lagi ngehits sekali, kita dapat orderan tiap hari ke sini. Dalam sehari bisa lima kali ke sini," jawabnya saat ditanya TribunJakarta.com.

Amir, ojek daring lainnya, juga berkata senada. Dalam sehari, ia bisa mengantarkan sebanyak tujuh kali pesanan. Orderan roti srikaya di kala malam pun tak sedikit.

Ana dan Natalia berharap pamor roti srikaya ini tak sekejap digilas waktu. Mereka ingin usahanya kian untung bukan malah berujung buntung.

Roti Srikaya Tet Fai dan Ajung buka dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam setiap hari.

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved