Food Story

Rasanya Khas dan Bikin Kenyang, Harga Butter Cereal Chicken di Cengli Tak Menguras Isi Dompet

Menu butter cereal chicken dikemas ke dalam boks kecil menjadi menu andalan di Cengli, kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Editor: Yogi Gustaman
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Menu di Cengli di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (4/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Makanan ala to go mulai menggurita di Ibu Kota.

Tak sedikit tempat makan yang menyajikan makanan menarik siap santap dalam kemasan boks nan simpel.

Salah satunya, Cengli di kawasan Kemang, Bangka, Jakarta Selatan.

Makanan yang diinspirasi dari resep oriental ini bisa menjadi teman santap kala siang menyapa.

Tinggal tekan-tekan keypad ponsel, tak berselang lama langsung sampai. Menu Butter Cereal Chicken-nya patut dicoba.

Suasana tempat makan Cengli di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (4/2/2020).
Suasana tempat makan Cengli di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (4/2/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Menyantap Butter Cereal Chicken

Menu butter cereal chicken dikemas ke dalam boks kecil menjadi menu andalan di Cengli.

Di dalam masing-masing kedua boks berwarna coklat itu, terdapat potongan-potongan ayam, nasi dan telur mata sapi.

Telur mata sapi bisa dipesan dengan setengah matang. Untuk nasi tersedia dua pilihan, nasi putih atau goreng.

Kala boks baru dibuka, aroma harum mentega seketika menguap.

Biji cereal kuning mengkilau yang menumpuk di atas potongan ayam tampak seperti ayam kremes.

Cerealnya menggunakan oats yang dimasak dengan unsalted butter dan bumbu lainnya.

Saat menyantap butter cereal chicken, rasa manis dan gurih menyatu di mulut.

Bagi orang Indonesia, ada yang kurang bila tidak menyantapnya dengan sambal. Cengli menyediakan sambal bernama chinese hot oil.

Sambal itu terdiri dari minyak kelapa, wijen, kulit cabai.

Dari segi isi, porsi yang diberikan terbilang banyak meski boks berukuran kecil.

Menandaskan seporsi butter cereal chicken sudah cukup mengenyangkan.

Menu lain di Cengli yang patut dicoba di antaranya, Uncle Chang's Orange Chicken, dan Char Siu Chicken.

Cengli! berada di Kemang Raya No. 98, di Bintaro Jalan Pondok Betung Raya 8 A, dan di Pasar Santa, Kebayoran Baru.

Buka dari Senin sampai Minggu Jam 10.30 sampai 20.30 WIB.

Menu yang ditawarkan di rumah makan Cengli di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (4/2/2020).
Menu yang ditawarkan di rumah makan Cengli di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (4/2/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Makanan Ala To Go

Seiring perkembangan zaman yang serba digital, usaha makanan pun turut berubah.

Perubahan itu dirasakan dengan banyaknya pilihan makanan yang bisa dipesan melalui ojek daring.

Salah satu pemilik Cengli, Ardianto Widiaswara Putra (23) dan rekan-rekannya, melihat peluang itu.

Mereka membuat usaha makanan yang simpel ala to go untuk memudahkan pembeli.

"Dunia kuliner kan berkembangnya yang simpel-simpel. Rata-rata semua konsep to go karena kehadiran ojol. Ini membuka banget lapangan kerja baru," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Selasa (5/2/2020).

Ardianto dan rekan-rekan akhirnya memutuskan membuat usaha makanan dengan olahan ayam.

Pasalnya, ayam disukai oleh sebagian besar masyarakat Ibu Kota.

Ia juga mengolah ayam dengan sentuhan resep oriental lantaran makanan Cina paling disukai oleh lidah orang-orang.

"Chinese food itu makanan yang paling populer di seluruh dunia," jelasnya.

Karena persaingan yang menjamur di bisnis itu, Ardianto dan rekan-rekan membuat menu ayam yang berbeda akan tetapi masih bisa diterima oleh lidah orang-orang.

Mereka tak ingin mengikuti arus dengan menjual makanan yang tengah hits atau booming. Sebab, gaungnya akan lekas berlalu.

Misalnya, sebut saja makanan kekinian yang menggunakan salted egg atau keju.

"Akhirnya kita buat butter cereal chicken dan orange chicken. Sebenarnya itu juga common recipe dari sana, tapi berbeda dengan yang lain," katanya.

Suasana tempat makan Cengli di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (4/2/2020).
Suasana tempat makan Cengli di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (4/2/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Bandar Narkoba Pemilik 1,2 Kilogram Sabu di Bekasi Ditembak Mati Polisi

Diberikan Saham Saat Wisuda oleh Kekasih, Linda: Enggak Percaya Akan Viral

Asosiasi PKL Sebut Lahan di Pluit Karang Timur Akan Jadi RTH Interaktif

Tak Setengah-setengah

Kendati konsep usahanya terbilang simpel, makanan yang disajikan tak setengah-setengah.

Ardianto mengatakan Cengli juga mengedepankan konsep fairness in delicacy.

Artinya, ia menyuguhkan makanan yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan konsumen.

Menu makanan yang dijual dengan rata-rata Rp 35 ribu - 40 ribu itu memiliki porsi yang terbilang banyak.

"Porsi yang kita kasih juga sesuai. Kita ngasih porsi yang enggak setengah-setengah," ujar pria yang baru lulus kuliah setahun lalu di Universitas Prasetya Mulya jurusan Bisnis tersebut.

Konsep itu pun selaras dengan jenama bisnisnya bernama Ceng Li.

"Ceng Li artinya adil. Itu slogan kita. Kita seneng melihat kalian kenyang, kalian juga seneng karena bikin kenyang dan harganya enggak terlalu menguras dompet," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved