Begini Penampakan Warget Bahagia di Kemang, Konsep Bar Bergaya Warteg Kerap Buat Pengunjung Terkecoh

"Ada orang pas sore-sore buka pintu dalam warung kaget. Dia awalnya ngetok-ngetok pintu depan tapi enggak ada orang," ujarnya.

Editor: Yogi Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Sempat beberapa kali buat pengunjung terkecoh, begini penampakan bar berkonsep warteg di Kemang.

Tampak depan bangunan menyerupai warteg sukses membuat pengunjung terkecoh.

Pasalnya, beberapa pengunjung datang hanya ingin memesan semangkuk mie instan rebus.

Mereka tak menyangka sebelumnya bahwa warung yang mereka sambangi hanya tampilan luar dari sebuah bar.

Hal itu diterangkan oleh Direktur Pemasaran Warget Bahagia (Ruci Grup), Diego Nelwan kepada TribunJakarta.com.

"Ada orang pas sore-sore buka pintu dalam warung kaget. Dia awalnya ngetok-ngetok pintu depan tapi enggak ada orang. Ternyata di dalam semua," ungkap Diego pada Rabu (15/1/2020).

Ketika dibuka, orang itu kaget lantaran di bagian dalam warteg merupakan bar.

Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020).
Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Dikirain dia awalnya warung indomi. Udah parkir di depan mobilnya."

"Dia syok beneran. Akhirnya ditemui salah satu staf, ternyata memang mau makan," sambungnya.

Diego melanjutkan tak hanya satu orang, kejadian itu sempat dialami oleh beberapa orang lain.

Mereka kaget ternyata warung itu hanya sebagai "gimmick" meskipun juga menjual makanan.

"Ada beberapa kali kayak gitu. Waktu tiga hari kita buka, ada sekitar lima orang yang enggak tahu. Terkecoh," tambahnya.

Melihat Warget Bahagia di Kemang: Luarnya Warteg Dalamnya Bar

Sepintas, tak ada yang berbeda dengan tampak luar dari sebuah warung bertuliskan Warget Bahagia di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan.

Seperti warteg pada umumnya, desain bangunannya pun tampak sama.

Etalase kaca dan sejumlah meja kayu panjang dengan warna mencolok yang saling bertabrakan berada di dalam dan luar warung.

Namun, wajah warung yang sebenarnya akan berganti kala memasuki pintu yang berada di dalam.

Warung nan sederhana itu berubah menjadi sebuah bar dengan alunan musik yang menggema di sekitar ruangan.

Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020).
Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Bola disko yang tergantung di atas langit bar, menandakan suasana ruangan itu bakal kian semarak kala hari berangsur larut.

Direktur Manajer sekaligus salah satu dari lima co founder Warget Bahagia (Ruci Grup), Diego Nelwan mengatakan warget dibuat sebagai tempat untuk berkumpul yang santai.

Konsep ini kurang lebih sama dengan konsep restoran milik mereka sebelumnya bernama Ruci's Joint di Jalan Suryo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang juga mengedepankan nilai-nilai lokal.

Produk makanan maupun minuman yang dijual di Warget sebagian diambil dari Ruci's Joint.

"Di sini produknya enggak sebanyak di sana, tapi kita sortir di mana nilai lokalnya yang lebih ada," ungkapnya kepada Wartawan TribunJakarta.com pada Rabu (15/1/2020).

Bedanya, di Ruci's Joint lebih mengedepankan dekorasi ruangan sementara di Warget lebih apa adanya.

Sementara untuk nama diambil dari Warung Joget Bahagia atau disingkat Warget Bahagia

"Warget sama warteg beda tipis ya. Kenapa ada kata Bahagianya, pas kita mengembangkan ide, biasanya warteg kan ada Kharisma Bahari," katanya.

Kita ada yang menyimbolkan nilai kita. Jadinya Warget Bahagia. Bahagia outletnya, bahagia juga customernya," sambungnya lagi.

Konsep "Speakeasy"

Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020).
Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Diego mengatakan konsep bar Warget mirip dengan konsep speakeasy namun berbeda arti.

Dalam arti sebenarnya konsep speakeasy adalah tempat ilegal yang menjual minuman beralkohol, atau tempat tersembunyi menjual minuman.

Kini, konsep itu mengalami pergeseran.

Beberapa bar hanya menggunakan konsep itu sebagai daya tarik bagi pengunjung untuk datang, sama seperti Warget.

Diego mengatakan konsep speakeasy hanya digunakan sebagai gimmick untuk menarik para pengunjung.

Ia mencontohkan beberapa bar dengan konsep serupa.

"Misalnya kalau di Amerika lagi hits depannya laundry dalamnya bar atau di Bali, ketika buka pintu kulkas minimarket dalamnya bar," terangnya.

Bukan Hanya Properti

Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020).
Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Desain warung maupun furniture yang ada di dalamnya bukan semata hanya sebagai pajangan saja.

Bangku-bangku panjang yang berada di dalam dan luar warung memang diperuntukkan untuk pengunjung.

Warung itu menjual makanan seperti mie instan dan beberapa minuman sachet.

Diego melanjutkan bangunannya saja mirip seperti warteg di dalamnya akan tetapi tak menjual berbagai menu makanan yang tersaji di etalase.

"Memang seperti warung indomie ya bukan warteg. Hanya bangunannya saja," lanjutnya.

Biasanya, sehabis berkumpul, para pengunjung biasanya memesan sepiring mie rebus atau goreng di depan.

Minuman Andalan, Local Pride

Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020).
Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Warget memiliki minuman andalan bernama local pride, yaitu campuran minuman anggur merah dan bir dingin.

Namun, bukan ala kadarnya. Minuman local pride disajikan dengan tampilan yang elegan.

"Presentasinya kita kasih botol yang bagus. Kalau zaman dulu kan pandangannya anggur merah sama bir dingin minuman anak jalanan. Kita buat naik kelas," ungkapnya.

Menurut Diego, hampir semua minuman yang dijual cocktail yang produknya dari bahan dasar minuman anggur lokal di antaranya anggur putih, merah, dan ketan hitam.

Satu botol yang berisi satu liter biasanya cukup untuk lima orang.

"Dengan harga per botol Rp 160 ribu ke atas. Sementara untuk makanan di dalam bar antara Rp 25 ribu sampai Rp 60 ribu," tambahnya.

Genre Musik Kekinian

Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020).
Warget, Warung Bahagia di Kawasan Kemang Timur, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Musik yang diputar di bar Warget mengikuti perkembangan selera musik anak-anak muda di usia 20-an.

Target pasar mereka anak-anak muda yang masih kuliah hingga sudah bekerja.

"Genrenya enggak terbatas tapi eranya. Era 2000-an sampai hari ini. Lagunya sudah pasti up beat dan enerjik," sambungnya.

Setiap Jumat, Warget mendatangkan seorang DJ yang terus berganti.

Umumnya, mereka memainkan lagu beraliran Hip Hop, RnB, atau top 40.

"Enggak terbatas juga sih, seperti lagu Reza masih dimainin," ujarnya.

Meski baru hitungan minggu, Warget sukses menggaet anak-anak muda untuk datang dengan menawarkan konsep baru.

Dari mulut ke mulut, keberadaan bar ini pun kian tersebar.

"Benar-benar beragam yang ke sini. Dari mahasiswa sampai orang-orang udah kerja. Orang senang, abis itu mereka kasih tahu ke temannya. Dari situ lama-lama makin banyak," pungkasnya.

(TribunJakarta/ Satrio Sarwo Trengginas)

Sumber: Tribun Jakarta

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved